Kamis, 08 Maret 2018

0

Akad adalah obat paling manjur 

bagi anak adam yang saling jatuh cinta


Aku punya selembar surat untuk memenangkan hati seorang perempuan.
Meskipun tingkat keberhasilannya sendiri belum dapat dipastikan.
Tapi coba bacalah karena mungkin ada kebenaran.
Jika salah engkau juga tak akan rugi karena surat ini perihal pesan dari perempuan.
Simaklah.
Dear, Lelaki.
Saya di sini adalah perempuan yang pernah patah hatinya karena pernah merasakan jatuh hati. Saya pernah merasakan bagaimana rasanya dipuji, dirayu, dan diberi kejutan. Mungkin juga dinomersatukan di dalam hidupnya seorang lelaki. Bahagia, saya merasa sangat bahagia saat itu.
Tak dipungkiri memang manis rasanya ice cream, coklat bahkan rayuan darimu wahai lelaki.
Perempuan mana yang tidak luluh hatinya diperlakukan seperti itu.
Yaaa…
Ternyata memiliki hubungan tidak cukup dengan itu. Ada saatnya akan lelah tanpa adanya keseriusan. Tanpa adanya bukti yang mengikat untuk dipersatukan. Lelah dan tersiksa jika pada akhirnya tahu hubungan ini hanya menjauhkanku denganNya, menambah dosa-dosa ini.
Dear, Lelaki.
Saya berbicara atas diri saya sendiri. Bahwa jika ingin mencintai maka datanglah ke Ayah sebagai seorang wali. Jangan hanya berani rayu sana-sini. Saya perlu bukti bukan sekedar janji-janji. Jika serius, saya pun siap untuk kau Imami.
Dari:
Salah satu barisan akhwat yang rindu tanggal akad.
Sumber: http://www.majelistausiyahcinta.com/2017/11/25/akad-adalah-obat-paling-manjur-bagi-anak-adam-yang-saling-jatuh-cinta-pernikahan/

0

Ketahuilah Aku Hebat Dalam Menunggu


.
Hai Tuan,
Apa kabarmu hari ini?
Apakah kau bahagia? Atau justru sebaliknya?
Tidakkah kau lelah mencari?
Sedangkan dibelakangmu, aku menunggumu berbalik dan melihatku.
.
Ketahuilah Tuan,
Tak perlu kau tanya apakah aku masih menunggumu atau tidak.
Sungguh, sampai detik inipun aku tidak pernah berfikir untuk mencari hati yang lain.
Walau, ku mengerti bahwa aku tengah di gantung tanpa kepastianmu.
.
Tuan,
Jika kau bertanya sanggupkah ku lewati semuanya?
Jujur, aku sangatlah rapuh dan tidak kuat lagi.
Namun, karena sosokmu yang membuatku merasa dekat dengan surga.
Akan tetap selalu ku perjuangkan.
.
Meskipun pada akhirnya,
Bukanlah aku yang mendampingimu di pelaminan
Bukankah, perjuangan tidak pernah menghianati hasil???
Dan inilah perjuanganku, mendoakanmu di setiap sujudku.
.
Tuan ketahuilah,
Aku ini hebat dalam menunggu.
Meski tak sedikitpun kau melirik ke arahku.
Tak apa, tetap ku yakini bahwa Dia yang memberi rasa ini akan mengarahkanku ke Jalan yang baik.
Dan inilah jalan yang telah ia berikan, Menunggu dalam ikhtiar💞
.

Sumber: http://www.majelistausiyahcinta.com/2017/11/25/ketahuilah-aku-hebat-dalam-menunggu/

0

Kupinjam namamu disepertiga malam


Apa yang kamu rasakan disaat kamu menjadi bagian dalam doaku?
Kamu menjadi bagian dalam rencana masa depanku?
Terlebih kamu yang tidak pernah lupa aku doakan di sepertiga malamku, menjadi bahan perbincangan antara aku dan robb ku, Maa Syaa Allah.
.
.
Ini tidak hanya sekadar harapanku agar bisa dipersatukan denganmu nanti. tetapi
Aku selalu melibatkan Allah dalam setiap usaha yang kulakukan dan doa yang kupanjatkan.
kamu yang saat ini aku doakan semoga Allah menjadi saksi atas doa doaku, biar ini menjadi rahasia antara aku dan Dia.
.
.
Aku tidaklah bisa seperti Ali yang mampu mendapatkan cintanya Fatimah, namun aku hanya bisa mengikuti usahanya Ali yaitu dengan diam diam meminta kepada Allah dan Terang terangan namamulah yang selalu kupinta agar suatu saat nanti bisa menjadi pendamping hidupku didunia dan di akhirat kelak. Aamiin ya Robb!
.
.
Doaku sederhana, semoga Allah menyatukan aku dan kamu yang selalu kusebut dalam doaku, karena ku yakin kekuatan doa disepetiga malamku akan selalu menjadi keyakinanku, jika kamu jodohku maka satukanlah, jika tidak maka tetap persatukan didalam ukhuwah islamiyah!
.
.
Duri, 27 November 2017
Jazakumullah
Semoga bermanfaat
Untuk kamu yang selalu mendoakannya!
Sumber: http://www.majelistausiyahcinta.com/2017/11/28/kupinjam-namamu-disepertiga-malam/

0

Disini. Di tempat yang sama aku masih menunggu


Disini. Di tempat yang sama aku masih menunggu.
Dengan perasaan dan harap yang sama, dengan rasa rindu yang masih sama seperti saat pertama kali kita bertemu.
.
Aku masih menanti dengan senyuman terindah..
Melihat dari kejauhan,
berharap ada sosok dirimu yang perlahan berlari menuju ke arahku. Sambil menatap haru, membalas senyumanku.
.
.
Entah sampai kapan penantian ini usai,
Yang jelas, aku masih percaya bahwa ada dirimu disana yang tengah berjuang untuk menghalalkanku.
.
Tak perlu khawatir, duhai dirimu.
Segala sesuatu telah tertulis di lauh mahfudz sejak jauh jauh hari.
Oleh karena itu,
Selama apapun waktu itu tiba
Sejauh apapun jarak yang ada
Tentu Allah akan menyatukan hati kita jua.
.
.
Kemudian andaikata dirimu sudah sampai menjabat tangan waliku sambil berucap “qabiltu” ,
Tentu aku akan menjadi seorang wanita yang paling bahagia di dunia.
Melihat perjuanganmu,
Menatap usahamu,
Itu sudah lebih dari cukup untuk menyentuh hatiku.
.
.
Ah, terlalu indah untuk diungkap melalui deret kata.
Yang penting sekarang, aku sedang menunggumu.
Menunggu dirimu,
Iya, kamu.
.
Entah kamu yang mana.
.
.
.

Sumber: http://www.majelistausiyahcinta.com/2017/12/04/disini-di-tempat-yang-sama-aku-masih-menunggu/

0

Aku Menunggumu Kau Menjemputku

Untukmu wahai calon imamku
Telah lama rasanya ku menunggu kehadiranmu
Jangan kau tanya seberapa besar pengorbananku untuk menantimu
Banyak sudah tangis, luka dan juga duka yang telah ku dapati
Kesabaran dan keteguhan hati ini tak ada habisnya Allah uji
Untuk membuktikan bahwa aku adalah seorang wanita yang layak untuk kau bimbing sebagai seorang istri
Untukmu wahai calon imamku
Terkadang aku iri melihat mereka yang sudah halal pergi ke kajian bersama sang suami
Dan pada lubuk hati yang paling dalam ini
Aku pun ingin suatu hari nanti bisa bersama sang suami berangkat bersama untuk mengikuti kajian islami
Namun, untuk saat ini
Semua itu hanyalah mimpi-mimpiku yang masih terbingkai rapi dipangkuan sang illahi
Untukmu wahai calon imamku
Tugasku sebagai wanita adalah menanti kehadiranmu
Untuk mengunjungi kediaman rumahku
Dan bertemu ayah serta ibuku
Untuk meminta restu bahwa kau siap untuk menikahiku
Meski pernah ku tahu akan sabda Nabi
Bahwa wanita diperbolehkan mengatakan cinta dulu kepada seorang laki-laki
Untuk mengajukan diri
Bahwa apakah kau bersedia untuk menjadi calon imamku nanti
Namun, jika itu aku lakukan sedari dini
Jika akhlaq dan kepribadianku belum baik dan juga rapi
Itu sama aja akan menjerumuskan diriku sendiri
Karena aku pernah mendengar perkataan bahwa jodoh adalah cerminan diri
Jadi, sembari ku menanti kehadiranmu
Aku juga sedang belajar untuk terus memperbaiki dijalan yang Allah ridhoi
Untukmu wahai calon imamku
Jika kau sudah mantap punya niatan untuk menikah tahun ini
Maka datanglah ke rumahku dan temui ayah serta ibuku
Pintu rumahku selalu terbuka untuk menanti kehadiranmu
Jangan pernah berfikir
Bahwa kau belum siap materi
Kau belum punya mobil atau kendaraan untuk memanjakan calon istri
Sebab, janji Allah itu pasti
Bahwa siapa yang menikah karena rasa iman didalam hati
Pasti Allah akan cukupkan rejeki setiap hamba ciptaan yang ada di bumi
Sebab seorang wanita shalihah tak akan pernah terlena dengan indahnya dunia
Karena mereka sendiri adalah sebaik-baik perhiasan dunia
Itu sabda Nabi yang ku tahu sampai saat ini
Jadi, untukmu wahai calon imamku
Aku tunggu kedatanganmu
Untuk menyempurnakan separuh agamaku.
Sumber: http://www.majelistausiyahcinta.com/2017/12/06/aku-menunggumu-kau-menjemputku/

0

Dipisahkan Untuk Dipersatukan


Dipisahkan Untuk Dipersatukan
Mungkin ini adalah cara sang maha cinta
Untuk memisahkan diriku dan dirimu sebelum Allah mengatakan iya untuk kita bersama
Ini hanyalah sebuah jeda
Pembatas ruang gerak kita berdua
Percayalah…
Bahwa semua rencana sang kuasa
Pasti selalu berakhir indah dan tak akan pernah membuat hati ini kecewa
Perpisahan ini memberikan kita sebuah pembelajaran
Akankah kita tetap bisa istiqomah dalam kesendirian
Akankah kita tetap bisa menjaga rasa cinta ini hingga kalimat akad diucapkan
Maafkan atas kepergianku yang tanpa kau tahu
Jika aku boleh berkata jujur padamu
Sebenarnya aku sudah lama mempunyai rasa suka kepadamu
Ingin rasanya aku mengatakan itu semua kepadamu dan juga orangtua mu
Namun, aku rasa waktunya belum tepat saja untuk mengungkapkan itu semua
Karena ku sadar bahwa aku belum mempunyai apa-apa untuk dapat membuatmu bahagia
Meski aku tahu hakekatnya
Bahwa disaat kita menikah untuk menyempurnakan separuh agama
Pasti Allah akan menjamin setiap rejeki untuk hambanya
Aku juga masih ada cita-cita yang belum juga terlaksana
Ini adalah amanah dari orangtua
Untuk dapat melanjutkan study di negara tetangga
Karena mereka baru akan memberi restu jika aku sudah lulus S2
Maaf mungkin untuk beberapa tahun kita tak akan bisa berjumpa
Percayalah…
Mungkin ini cara Allah untuk menjauhkan kita dari perbuatan maksiat yang dimurkai oleh-Nya
Dan jika suatu hari nanti datang seorang laki-laki yang baik agamanya untuk melamarmu dan ayahmu juga memberikan restu
Maka terimalah pinangan darinya itu
Mungkin dia adalah laki-laki yang terbaik untuk hidup bersamamu
Namun, jika kau masih ingin menanti kehadiranku
Maka tunggu dan bersabarlah menanti kepulanganku
Percayalah..
Sepulang dari study ku nanti
Pintu rumahmulah yang pertama akan aku kunjungi.
Sumber: http://www.majelistausiyahcinta.com/2017/12/12/dipisahkan-untuk-dipersatukan/

0

Aku Mengaguminya


Sebenarnya sudah lama
Aku diam-diam memperhatikannya
Memperhatikan segala aktifitas sosial media yg dia punya
Dulu sebelum ku mengenalnya
Ku merasa dia tidaklah begitu istimewa
Dia sama seperti halnya orang lain yg ada diluar sana
Namun, seiring waktu berjalan setiap harinya
Ku merasakan ada rasa yg datang dengan sendirinya
Rasa itu muncul tanpa bisa ku bendung kedatangannya
Ia, aku benar-benar mengagumi dirinya
Dari setiap postingan dia yg aku baca
Sedikit demi sedikit hati ini mulai terbuka
Bahwa setiap yg dia tulis membuat keimananku semakin bertambah setiap harinya
Lama-kelamaan aku pun mulai mencintainya
Meski hanya bisa mengagumi dari jauh adanya
Ku rasa itu sudah cukup dan membuatku bahagia tiada terkira
Ingin rasanya ku ungkapkan rasa cinta ini kepadanya
Namun, apalah daya
Menyapanya pun aku tak bisa
Apalagi bertatap muka
Bukan
Bukan karena aku tak mau melakukannya
Hanya saja aku lebih berusaha menjaga hati ini agar tetap suci sebelum akad itu tiba
Dan sebenarnya jika kau mampu membuka mata
Menolehlah ke belakang utk sebentar saja
Bahwa ada aku yg tulus mencintaimu tanpa kau duga
Apakah kau bisa merasakannya
Jika aku diminta jujur utk berbicara
Bahwa kau begitu sempurna
Mungkin saat ini banyak orang yg tengah mengagumi juga
Dan aku hanyalah segelintir orang yg berusaha utk mendapatkan hatimu sepenuhnya
Namun aku pun sadar diri
Bahwa untuk saat ini
Kau belum sepenuhnya aku miliki
Yang saat ini aku miliki hanyalah namamu yg selalu aku langitkan diantara pintaku kepada sang illahi Rabbi
Meskipun hanya namamu yg dapat aku miliki
Bukan raga apalagi hati yg kau punyai
Siapapun orang yg nantinya akan bersanding bersamamu di ikatan janji suci
Do’a ku selalu yg terbaik utk masa depanmu dan juga kebahagiaanmu
Meskipun nantinya bukan diriku yg menjadi akhir dari kisah penantianmu
Jika kau bisa bahagia bersamanya
Aku pun harus bisa bahagia melihatmu bersanding dengannya
Meskipun ada rasa sedikit kecewa yg mendera di dalam dada
Dan siapapun nanti akhir dari kisah penantianmu ini
Semoga diriku adalah jawaban dari doa-doa mu yg selama ini kau panjatkan tiada henti
Semoga
Semoga sang illahi meridhoi dan mengamini
Sumber: http://www.majelistausiyahcinta.com/2018/01/04/aku-mengaguminya/